Hubungi kami

Darat

Atasi Pencemaran Udara, DKI Akan Perluas Kawasan Ganjil Genap

Diterbitkan

JAKARTA (m_TRANS) – Penerapan kawasan ganjil genap terbukti mampu menekan kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta. Pola ganjil genap (GaGe) juga diyakini mampu menurunkan tingkat pencemaran udara. Karena itu, kawasan GaGe akan diperluas lagu karena tingkat pencemaran udara di Ibukota itu masih tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan, rencana perluasan aturan ganjil genap untuk menekan angka polutan yang sebagian besar disumbangkan oleh asap kendaraan bermotor. Dia oun mengutip data bahwa kendaraan bermotor menyumbang hampir 75 % dari polusi udara di Jakarta.

“Pemprov DKI fokus bagaimana melakukan pengendalian lalu lintas, sehingga polutan yang dihasilkan transportasi bisa kita tekan dan kualitas udara lebih baik,” kata Syafrin. Hal itu diungkapkan pada acara Sosialisasi Penerapan Tilang Elektronik, di Gedung Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jumat (2/8/2019).

Menurut Syafrin, perluasan jawasan ganl genap itu merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan. Apalagi saat ini tengah memasuki musim kemarau. Dampaknya, gas buang kendaraan makin memperparah polusi udara. “Ganjil genap diperluas menjadi prioritas kita segera karena sekarang musim kemarau, dan itu berpengaruh gas buang kendaraan bermotor yang tidak langsung turun tapi berada di udara,” ujarnya.

Namun, sebelum penetpan perluasan kawasan GaGe, kata Syafrin, lebih dulu harus diadakan kajian. “Ini masih kajian karena segala sesuatu harus berdasarkan kajian yang komprehensif dan sosialisasi lebih dulu, namun kita prioritaskan di musim kemarau,” katanya.

Yang terang, ada tiga tahap yang harus ditempuh sebelum ditetapkannya perluasan kawasan ganjil genap. Pertama kajian komprehensif. Kedua, sosialisasi masif.

“Ketiga, baru implementasi,” ujar Syafrin. Rupanya, tahap sosialisasi sudah dilakukan bersama Dishub DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya sejak 5 -31 Agustus 2019. Namun kegiatan sosialisasi akan terus dilakukan, bahkan tidak hanya kendaraan roda empat atau lebih, tapi juga bagi kendaraan roda dua.

Rute Perluasan
Mana saja yang bakal menjadi kawasan GaGe yang baru. Rupanya, sosialisasi oleh Dishub DKI dan Polda Metro Jaya Nantinya Dishub DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya dilakukan di sejumlah ruas jalan ini. Yaitu; Jl. RS Fatmawati, Jl. Panglima Polim, Jl. Sisingamangaraja, Jl. Pramuka, Jl. Salemba Raya, Jl. Kramat Raya, Jl. Gunung Sahari, Jl. Majapahit, Jl. Gajah Mada, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Suryoprayanto, Jl. Balikpapan dan Jl. Tomang Raya.

Untuk mematangkan rencana itu, diadakanlah rapat koordinasi Dishub DKI Jakarta bersama Korlantas Polri, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Polda Metro Jaya di Polda Metro Jaya, Jumat lalu.

Rapat itu sekaligus merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Basswedan tentang pengendalian pencemaran udara. Instruksi itu disiarkan Kamis (1/8/2019). (bs2)

 

Lanjutkan membaca
Klik untuk komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Advertisement banner 300x250

Infrastrukt & Teknologi

Regulasi