Hubungi kami

Darat

MTI: Mau Lancar Mudik Nataru, Patuhi Aturan LL

Diterbitkan

m_TRANS (Jakarta) – Arus mudik liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 diprediksi bakal macet, walaupun tidak separah mudik Lebaran Idul Fitri. Kata kunci agar perjalanan lancar dan nyaman adalah kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

Peringatan itu dilontarkan Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Prof Agus Taufik Mulyono saat membuka Diskusi Publik Persiapan Angkutan Mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, di sebuah hotel di Jakarta, Rabu (28/12/2019). “Mau Natal atau Tahun Baru, kata kuncinya adalah kepatuhan dan law enforcement,” kata Agus.

Di antara kepatuhan saat mengemudi di jalan raya adalah tidak menyerobotyang bukan lintasannya, termasuk lintasan kereta api dan parkir di bahu jalan. Menyerobot lintasan kereta menyebabkan tingginya kecelakkaan dan korban meninggal. Setahun bisa mencapai 1.550 orang meninggal dunia tertabrak kereta api.

“Sedangkan parkir di bahu jalan bisa mengakibatkan kemacetan d jalan raya hingga berkilo-kilometer,” tutur Agus. Satu lagi yang harus ditaati pengemudi kendaraan adalah tidak kelebihan ukuran kendaraan dan kelebihan beban (over demention and over loading/ODOL).

Diskusi menghadirkkan empat narasumber, yaitu; Kasubditwal dan PJR Korlantas Mabes Polri Kombes Dedi Suhartono, Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Atyanto Busono, Fitriyani dari Jasa Marga, dan Direktur Angkutan. Jalan Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani. Acara ini juga dihadiri komunitas kendaraan seperti Organda dan Asosiasi Pelatihan Mengemudi Indonesia (APMI).

Keberadaan Jalan Tol Jakarta -Cikampek (Japek) II Elevated dan kendaraan ODOL banyak mewarnai diskusi. Kombes Dedi mengingatkan agar kendaraan yang melintas di Jalan tol Japek II Elevated berhati-hati. Sebab, jalan tol layang sepanjang 37 kilometer itu keadaannya tidak rata, tapi bergelombang. “Kalau mau aman dan selamat, kecepatan jangan lebih dari 80 km/jam,” katanya.

Menurut Dedi, cara berkendara berkeselamatan harus; dalam kondisi fisik yang sehat, kendaraan laik jalan, istirahat yang cukup, jaga jarak aman, dan mematuhi rambu lalu lintas.

Dalam diskusi,  Ahmad Yani mengungkapkan, puncak mudik Natal diperkirakan berlangsung pada 21-22 Desember serta libur tahun baru 2020 pada 1-2 Januari. “Dari hasil survei Litbang Kemenhub, 50% pemudik dari kawasan sekitar Jakarta dan Bandung,” kata Yani.

Fitriyani membenarkan sinyalemen agar jalan tol elevated tersebut tak masalah dilewati kendaraan jenis bus. “Tak ada jaminan keselamatan kepada  pemerintah kendaraan yang melintas.

Lanjutkan membaca
Klik untuk komentar

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Advertisement banner 300x250

Infrastrukt & Teknologi

Regulasi